Berita dan Pengumuman
Yudisium dan Kuliah Pakar FKIP UMSurabaya: Deep Learning dan AI untuk Pendidikan Bermakna
- Di Publikasikan Pada: 13 Oct 2025
- Oleh: Admin | Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
- 205

Sabtu, 11 Oktober
2025 - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMSurabaya melaksanakan kegiatan
Kuliah Pakar dan Yudisium mahasiswa semester genap tahun akademik 2024/2025
yang mengambil tema “Deep Learning dan AI
untuk Pendidikan: Merancang Pembelajaran yang Berdampak”. Pada kegiatan ini
hadir sebagai narasumber kuliah pakar yaitu Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag. (Staf
Ahli Bidang Regulasi & Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen). Turut hadir
Wakil Rektor Bidang Keuangan, Aset, dan Infrastruktur Dr. Endah Hendarwati, S.E.,
M.Pd. dan Dekan FKIP UMSurabaya Achmad Hidayatullah, Ph.D beserta jajarannya serta
seluruh dosen di lingkungan FKIP UMSurabaya.
Dalam laporannya
Sri Lestari, S.Pd., M.Hum selaku ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa
kegiatan yudisium ini dilaksanakan sebagai bentuk pengesahan kelulusan
mahasiswa yang telah menyelesaikan semua proses akademik di FKIP UMSurabaya.
Selain itu, kegiatan kuliah pakar diberikan kepada mahasiswa sebagai bekal bagi
mahasiswa dalam meningkatkan wawasan akademik dan profesionalitasnya sebagai
calon guru. Dijelaskan lebih lanjut bahwa peserta yudisium semester genap tahun
akademik 2024/2025 berjumlah 125 mahasiswa.
Sementara Achmad
Hidayatullah, Ph.D dalam sambutannya menyinggung tema yang diangkat panitia
yaitu tentang koding, AI dan pembelajaran mendalam dijelaskan bahwa ada 3
pertanyaan kritis berkaitan dengan AI atau chatgpt, yaitu 1) apakah chatgpt itu
menyalakan lonceng kematian berpikir kritis?, 2) apakah chatgpt memperburuk
situasi dan kondisi pendidikan tinggi? dan 3) apakah chatgpt dapat mengalihkan
manusia dari naluri kemanusiaannya.
Nah untuk
menjawab pertanyaan tersebut terdapat jawaban alternatif yaitu kita tidak boleh
terlalu optimis terhadap AI dan juga tidak boleh terlalu pesimis terhadap AI.
Bagaimana kemudian agar menghindari krisis di tingkat universitas, maka
universitas atau perguruan tinggi harus bertransformasi dan meningkatkan
ekspektasi. Selanjutnya adalah bahwa engagement sangat berpengaruh terhadap
prestasi tetapi yang menjadi persoalan adalah menilai engagement sangat sulit
dilakukan. Implementasinya di lingkungan sekolah atau lembaga pendidikan yaitu
menerapkan konsep pembelajaran mendalam yang di dalamnya terdiri dari 3 prinsip
utama yaitu pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Sementara wakil
rektor II UMSurabaya Dr. Endah Hendarwati, SE., M.Pd menjelaskan sebagai calon
guru maka mahasiswa FKIP UMSurabaya, khususnya yang saat ini mengikuti yudisium
harus mampu menjadi teladan, pembimbing, pendengar dan pembelajar sepanjang
hayat, karena dari tangan guru karakter dan masa depan bangsa akan terbentuk,
dari suara dan sikap guru tertanamlah nilai-nilai dari generasi ke generasi.
Selain itu, Ibu Endah Hendarwati juga berpesan kepada para mahasiswa agar
senantiasa menggunaka kekuatan untuk menciptakan solusi dan inovasi, membangun
konektifitas, dan memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara dengan menjadi
agen perubahan.
Sementara Prof.
Dr. H. Biyanto, M.Ag. dalam materinya menyoroti pentingnya reformasi pendidikan
menghadapi tantangan abad ke-21. Indonesia masih tertinggal dalam kemampuan
berpikir tingkat tinggi menurut hasil PISA 2022, sehingga diperlukan pendekatan
pembelajaran mendalam (deep learning).
Pendekatan ini menekankan proses belajar yang berkesadaran, bermakna,
dan menggembirakan melalui integrasi olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik. Tujuannya membentuk profil lulusan
dengan delapan dimensi, termasuk keimanan, penalaran kritis, kreativitas,
kolaborasi, dan komunikasi. Prof. Biyanto menekankan peran guru sebagai kunci
dalam menciptakan ekosistem belajar yang humanis, kolaboratif, serta berbasis
teknologi digital dan kecerdasan artifisial. Pendidikan bermutu, katanya,
merupakan investasi strategis bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan
pengentasan kemiskinan menuju Visi Indonesia Emas 2045.